Kartu Pokemon dan Kripto Sama-Sama Dipengaruhi Kelangkaan
Harga sebuah aset tidak selalu ditentukan oleh fungsi dasarnya. Kelangkaan, tingkat permintaan, kepercayaan komunitas, hingga persepsi pasar dapat membentuk nilai yang jauh lebih tinggi dari perkiraan. Fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada aset digital, tetapi juga terlihat pada dunia kartu koleksi seperti Pokemon.
Chief Operating Officer (COO) FLOQ, Suryo Adipradono, melihat adanya persamaan menarik antara dinamika pasar kartu Pokemon dan aset kripto. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam Indonesia Card Party (ICP) 2026 yang berlangsung di Agora Mall, Jakarta, pada 17 Oktober 2026.
Menurut Suryo, kartu koleksi dan aset kripto memang merupakan dua jenis aset yang berbeda. Namun, keduanya dapat memperlihatkan bagaimana penawaran, permintaan, kelangkaan, serta kekuatan komunitas ikut membentuk persepsi terhadap nilai suatu aset.
“Kalau melihat pergerakannya, kartu koleksi dan aset digital sama-sama memberikan contoh bagaimana pasar membentuk nilai. Kelangkaan dan permintaan memang berpengaruh, tetapi investor maupun kolektor tetap perlu memahami karakter serta risiko masing-masing aset,” ujar Suryo.
Pikachu Illustrator Terjual Jutaan Dolar
Besarnya nilai yang dapat muncul dari kelangkaan kartu koleksi tercermin pada penjualan Pikachu Illustrator. Berdasarkan catatan Guinness World Records, kartu tersebut terjual seharga US$16,492 juta pada Februari 2026.
Harga fantastis tersebut menunjukkan bahwa kartu koleksi tertentu dapat memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi ketika memiliki kombinasi karakteristik yang dicari kolektor. Faktor seperti edisi, jumlah kartu yang tersedia, kondisi fisik, popularitas karakter, dan hasil grading dapat memengaruhi harga di pasar sekunder.
Namun, tingginya harga sebuah kartu tidak berarti seluruh kartu Pokemon otomatis mengalami peningkatan nilai. Permintaan kolektor dan kondisi pasar tetap menjadi faktor penting yang menentukan harga.
Konsep kelangkaan juga ditemukan pada aset kripto. Sejumlah aset digital memiliki mekanisme pasokan tertentu yang ditetapkan oleh protokol, sedangkan aset lainnya menggunakan sistem penerbitan berbeda.
Suryo menilai, perbedaan mekanisme tersebut membuat masyarakat tidak dapat menyamakan begitu saja kartu koleksi dengan aset kripto.
“Pada aset kripto, faktor pembentuk harga lebih luas karena selain supply dan demand ada likuiditas, utilitas, perkembangan teknologi, sentimen pasar, hingga kondisi ekonomi global yang ikut memengaruhi,” jelasnya.
Indeks Kartu Koleksi Mulai Berkembang
Perkembangan pasar kartu koleksi juga mulai diikuti dengan hadirnya instrumen pengukuran harga. TCGCharts memperkenalkan Pokémon 200 pada Agustus 2026 untuk memantau 200 kartu Pokemon bernilai tinggi berdasarkan data penjualan yang telah diverifikasi.
Penyedia data tersebut melaporkan indeks Pokémon 200 meningkat 229 persen sejak Januari 2020 hingga peluncurannya. Meski demikian, angka tersebut hanya menggambarkan kinerja kelompok kartu yang masuk dalam indeks dan tidak dapat digunakan sebagai gambaran keseluruhan pasar Pokemon.
Hal tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kenaikan harga aset tertentu perlu dilihat secara hati-hati. Kelangkaan bukan jaminan bahwa sebuah barang atau aset akan terus mengalami apresiasi.
Baik kolektor kartu maupun pemilik aset digital tetap menghadapi kemungkinan penurunan nilai. Perbedaan karakteristik aset juga membuat jenis risiko yang dihadapi tidak sama.
Komunitas Menjadi Penggerak Ekosistem
Selain kelangkaan, komunitas menjadi elemen lain yang mempertemukan dunia kartu koleksi dengan aset digital. Dalam ekosistem Pokemon, komunitas berperan melalui kegiatan koleksi, pertukaran kartu, turnamen, diskusi, hingga transaksi.
Media sosial dan marketplace digital kemudian memperluas akses komunitas tersebut hingga lintas negara.
Di sisi aset digital, komunitas juga memiliki peran dalam penyebaran informasi, pengembangan teknologi, aktivitas perdagangan, serta penggunaan berbagai aplikasi berbasis blockchain.
“Komunitas dapat meningkatkan perhatian terhadap sebuah aset dan membantu membentuk ekosistemnya. Tetapi tingginya popularitas tidak otomatis berarti harga akan selalu naik,” kata Suryo.
Perbedaannya, kartu Pokemon merupakan benda fisik yang nilainya antara lain dipengaruhi kondisi, keaslian, kelangkaan, dan pasar kolektor. Aset kripto berbentuk digital dan dapat memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam ekosistem blockchain.
Risikonya pun berbeda. Kartu fisik menghadapi risiko kerusakan, pemalsuan, penyimpanan, dan likuiditas. Sementara aset kripto memiliki risiko volatilitas, keamanan digital, serta aspek regulasi.
FLOQ Hadir di Indonesia Card Party 2026
FLOQ menjadi salah satu sponsor ICP 2026 yang digelar pada 17–18 Oktober 2026 di Agora Mall, Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, FLOQ menghadirkan booth interaktif bagi pengunjung.
Melalui aktivitas tersebut, pengunjung berkesempatan memperoleh Pokemon booster pack dan booster box dengan memenuhi ketentuan minimum deposit serta transaksi perdagangan aset kripto senilai Rp200.000.
Lebih dari 200 orang tercatat mengikuti aktivitas di booth FLOQ selama penyelenggaraan acara berdasarkan data internal yang disampaikan perusahaan.
FLOQ juga menghadirkan permainan pinata yang menyediakan hadiah Pokemon booster box dan aset kripto senilai US$500 dalam bentuk RLUSD, stablecoin yang dirancang mempertahankan nilai terhadap dolar AS.
Menurut Suryo, kehadiran FLOQ dalam ICP 2026 menjadi bagian dari pendekatan perusahaan untuk berinteraksi dengan komunitas yang memiliki minat terhadap berbagai jenis aset.
“Melalui kegiatan komunitas seperti ICP, kami ingin membuka ruang interaksi sekaligus memperkenalkan pemahaman mengenai aset digital secara lebih dekat. Yang terpenting bukan hanya mengenal asetnya, tetapi memahami bagaimana nilai terbentuk dan risiko yang menyertainya,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang tertarik terhadap kartu koleksi maupun aset digital, fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa harga sebuah aset dapat dipengaruhi banyak faktor. Kelangkaan dan popularitas dapat menjadi salah satu pemicu perhatian pasar, tetapi pemahaman terhadap karakteristik dan risiko tetap menjadi dasar sebelum melakukan transaksi.
%202026.jpg)
Posting Komentar untuk "Kartu Pokemon dan Kripto Sama-Sama Dipengaruhi Kelangkaan"
Posting Komentar