BRI Dorong UMKM Yogyakarta Perluas Transaksi Digital lewat QRIS

 


Digitalisasi transaksi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen. Melihat kebutuhan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Yogyakarta Katamso memperkuat edukasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Upaya tersebut dilakukan melalui Gathering UMKM Sibakul Jogja yang digelar bersama Dinas Koperasi dan UKM DIY. Dalam kegiatan tersebut, BRI memperkenalkan program Racing Transaksi QRIS UMKM DIY sekaligus program apresiasi bagi pelaku usaha yang aktif menggunakan transaksi QRIS.

Program Racing Transaksi QRIS UMKM DIY berlangsung pada September hingga November 2026. Kegiatan edukasi dipusatkan di Dinas Koperasi dan UKM DIY, Jalan HOS Cokroaminoto No. 162, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, dengan target 300 peserta yang terbagi dalam enam kelas.

Hingga Oktober 2026, program tersebut telah berlangsung dalam dua batch, yakni pada 23–24 September dan 7–8 Oktober 2026. Materi yang diberikan diarahkan untuk membantu peserta memahami pemanfaatan transaksi digital sebagai bagian dari aktivitas usaha, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi perkembangan ekonomi digital.

BRI juga mendukung program apresiasi transaksi QRIS yang berlangsung selama enam bulan, mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027. Peserta yang mencatat jumlah transaksi tertinggi berkesempatan memperoleh apresiasi sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang ditetapkan dalam program.

Branch Office Head BRI Yogyakarta Katamso, Irfan Muchsin Pratama, mengatakan edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM mengadopsi transaksi digital secara berkelanjutan.

“Melalui program Racing Transaksi QRIS bersama Sibakul Jogja dan Dinas Koperasi dan UKM DIY, BRI ingin mendorong pelaku UMKM agar semakin memahami dan memanfaatkan transaksi digital sebagai bagian dari pengembangan usaha. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga membangun kebiasaan bertransaksi secara digital yang aman, praktis, dan berkelanjutan,” ujar Irfan.

QRIS memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi yang mendukung standar tersebut. Dengan satu kode QR, pelaku UMKM tidak perlu menyediakan kode berbeda untuk setiap penyedia layanan pembayaran.

Selain memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan, transaksi digital juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada uang tunai dan membuat pencatatan pembayaran menjadi lebih tertib. Meski demikian, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan keamanan transaksi dengan memastikan nominal pembayaran, memeriksa notifikasi transaksi, serta tidak membagikan PIN maupun kode OTP kepada pihak lain.

Bagi peserta yang belum memiliki rekening BRI aktif, pembukaan rekening dapat dilakukan selama kegiatan berlangsung. Peserta juga perlu mengikuti sosialisasi dan memenuhi persyaratan program yang berlaku.

Menurut Irfan, kolaborasi antara BRI, Dinas Koperasi dan UKM DIY, serta komunitas UMKM melalui Sibakul Jogja dapat memperluas akses pelaku usaha terhadap layanan keuangan digital.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak pelaku UMKM di Yogyakarta yang mengadopsi transaksi digital dalam kegiatan usahanya. Dengan peningkatan literasi keuangan, perluasan penggunaan QRIS, serta kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, kami optimistis UMKM dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kualitas pengelolaan usaha,” katanya.

Melalui edukasi, pendampingan, dan penguatan ekosistem pembayaran digital, BRI terus mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memiliki daya saing yang lebih kuat dalam perekonomian daerah.

Posting Komentar untuk "BRI Dorong UMKM Yogyakarta Perluas Transaksi Digital lewat QRIS"